Giriani Ayu Sabilla
Diary Hati Pembelajar Sejati
Senin, 20 Mei 2013
INDAHNYA UKHUWAH
Ukhuwah..
Ibarat satu janji yang dibuat dalam hati
Tak dapat ditulis
Tak dapat dibaca
Namun,
Takkan terpisah oleh jarak
Takkan berubah oleh masa
Takkan sirna oleh amarah
Ia kan selamanya di dalam jiwa...
....
Ukhuwah itu...
Degup penuh makna
Yang mengalir indah
Berawankan keTSIQOHan / kePERCAYAANan
Yang menmbus karang PRASANGKA dalam hati...
....
~”Keberanian buat mengatakan tidak tahu untuk yang tidak diketahuinya jauh lebih menenangkan dan dihormati daripada senantiasa pingin terlihat serba tahu atau sok tahu.”~
~”Jika engkau merasa bahwa segala yang ada di sekitarmu gelap dan pekat,
Tidakkah dirimu curiga bahwa engkaulah
Yang dikirim Allah untuk menjadi cahaya bagi mereka?
Berhentilah mengeluhkan kegelapan itu,
Sebab sinarmulah yang sedang mereka nantikan, maka
Berkilaulah.”~
~”Dalam Dekapan Ukhuwah,
Kita mengambil cinta dari langit, lalu menebarkannya di bumi
Sungguh di surga, menara-menara cahaya menjulang untuk hati yang saling mencinta
Mari membangun dari sini,
Dalam Dekapan Ukhuwah.”~. ^^Giriani Ayu Sabilla^^
UKHUWAH HINGGA KE JANNAH
UKHUWAH yang terbina bersama..
Takkan pernah untuk di lupa..
Tak terlintas untuk dibiarkan begitu saja..
Malah,
Tak sanggup untuk membiarkan ia-nya menyepi walaupun hanya seketika..
Di dalamnya ada gelak tawa..
Penuh dengan guaruan senda..
Terselit juga sedih duka..
Namun,
Semua itu takkan mampu untuk kita ulangi kembali..
Semua yang berlalu,
Biarkan saja ia berlalu pergi..
Tapi,
Senantiasalah sematkan ukhuwah itu di hati..
Doa tak putus-putus sesama diri..
Peringatan demi peringatan senantiasa diberi..
Karena kita berukhuwah bukan karena duniawi..
Tapi karena ukhrawi..
Yang kita sandarkan semuanya pada Illahi..
Wajah kalian senantiasa menenangkan hati kami..
Mengajarkan kami mengenal arti hidup..
Pengorbanan yang telah kalian curahkan, tidak terdaya untuk kami membalasnya..
Biar terpisah di dunia, asal bertemu di akhirat sana..
~”Hati yang bersih akan peka terhadap pengetahuan, apa pun yang dilihat, didengar, dirasakan jadi samudera pengetahuan yang membuatnya semakin bijak, arif dan pas saat menyikapi hidup ini.”~. ^^Giriani Ayu Sabilla^^
SEBUAH RENUNGAN
Seorang gadis kecil bertanya kepada ayahnya,
“Abi, ceritakan padaku tentang akhwat sejati.”
Sang ayah pun menolah kemudian tersenyum.
Anakku,
Seorang akhwat sejati bukanlah dilihat dari kecantikan paras wajahnya,
Melainkan dari kecantikan hati yang ada di baliknya.
Akhwat sejati bukan dilihat dari bentuk tubuhnya yang mempesona, melainkan dilihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya.
Akhwat sejati bukan dilihat dari begitu banyaknya kebaikan yang ia berikan,
Melainkan dari keikhlasannya memberikan kebaikan itu
Akhwat sejati bukan dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya, melainkan dari apa yang sering mulutnya bicarakan.
Akhwat sejati bukan dilihat dari keahliannya berbahasa, melainkan dari bagaimana cara ia berbicara.
Sang ayah diam sejenak sembari melihat ke arah putrinya.
“Lantas apa lagi Abi?” sahut putrinya.
Ketahuilah putriku...
Akhwat sejati bukan dilihat dari keberaniannya dalam berpakaian, melainkan sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatannya.
Akhwat sejati bukan dilihat dari kekhawatirannya digoda orang di jalan,
Melainkan kekhawatiran dirinyalah yang mengundang orang jadi tergoda
Akhwat sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani, melainkan sejauh mana ia menghadapi ujian itu dengan penuh rasa syukur.
~”Tidak mungkin semua orang akan menyukai kita walau kita berbuat baik semaksimal barangkali. Tidak usah aneh dan kecewa, terus saja berbuat yang paling baik, sebab itulah yang kembali pada kita.”~. ^^Giriani Ayu Sabilla^^
Langganan:
Entri (Atom)
